Minggu, 07 April 2019

MANFAAT EKONOMI KOMODITI KEHUTANAN



BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
 Hasil gambar untuk buah merah

Tanaman buah merah (Pandanus conoides) merupakan tanaman asli Papua yang tumbuh dan berkembang pada dataran rendah, sekitar +10 m dpl sampai dataran tinggi, sekitar 2.500 m dpl. Untuk membedakannya dengan spesies buah merah yang berkhasiat obat tradisional, maka tanaman buah merah diperkenalkan dengan sebutan tanaman Pandanus. Salah satu jenis yang telah lama dibudidayakan di Priangan (Jawa Barat), adalah pandan sebagai bahan baku tikar dan kerajinan tangan lainnya. Jenis ini lebih dikenal dengan nama tanaman Pandan. Keluarga tanaman  Pandanus, tersebar secara alami di hutan Indonesia. Potensi genetik buah merah di habitat alaminya belum diketahui dengan pasti. Ada yang mengatakan tanaman buah merah hanya salah satu keluarga pandan, karena di Lembah Baliem Wamena, Pegunungan Fakfak, Manokwari dan Jayapura diketahui ada 3 tipe/keluarga buah merah yang didasarkan pada warna kulit buah, yaitu merah, coklat dan kuning. Menurut para petani di Jaya Wijaya dan Tolikara, ketiga aksesi buah merah tersebut mempunyai kandungan kadar bahan aktif yang berbeda. Namun dari ketiga tipe buah merah tersebut belum diketahui tipe mana yang potensial dikembangkan sebagai varietas unggul. Buah merah dikenal secara umum oleh masyarakat Papua sebagai bahan makanan yang diolah menjadi saos makanan tradisional.
Meningkatnya permintaan pasar akan buah merah ini mendorong meningkatnya kualitas ekonomi masyarakat Papua. Sebelumtahun 2000, pada umumnya komoditi yang diperjual belikan di Papua berasal dari hasil hutan. Namun kini, buah merah mulai dibudidayakan sebagai komoditas unggulan yang bernilai jual tinggi sebagai sebagai obat tradisional.


BAB II

2.1       Potensi Buah Merah (Pandanus conoides)
Buah Merah (Pandanus conoides) merupakan tanaman asli Papua yang tumbuh dan berkembang pada dataran rendah, sekitar +10 m dpl sampai dataran tinggi, sekitar 2.500 m dpl. tanaman endemik asli papua. Oleh masyarakat Wamena, Papua, buah ini disebut kuansu. Nama ilmiahnya Pandanus Conoideus karena tanaman Buah Merah termasuk tanaman keluarga pandan-pandanan dengan pohon menyerupai pandan, namun tinggi tanaman dapat mencapai 16 meter dengan tinggi batang bebas cabang sendiri setinggi 5-8 m yang diperkokoh akar-akar tunjang pada batang sebelah bawah.
Kultivar buah berbentuk lonjong dengan kuncup tertutup daun buah. Buah Merah sendiri panjang buahnya mencapai 55 cm, diameter 10-15 cm, dan bobot 2-3 kg. Warnanya saat matang berwarna merah marun terang, walau sebenarnya ada jenis tanaman ini yang berbuah berwarna coklat dan coklat kekuningan. Potensi genetik buah merah di habitat alaminya belum diketahui dengan pasti. Ada yang mengatakan tanaman buah merah hanya salah satu keluarga pandan, karena di Lembah Baliem Wamena, Pegunungan Fakfak, Manokwari dan Jayapura diketahui ada 3 tipe/keluarga buah merah yang didasarkan pada warna kulit buah, yaitu merah, coklat dan kuning. Menurut para petani di Jaya Wijaya dan Tolikara, ketiga aksesi buah merah tersebut mempunyai kandungan kadar bahan aktif yang berbeda. Namun dari ketiga tipe buah merah tersebut belum diketahui tipe mana yang potensial dikembangkan sebagai varietas unggul.
Bagi masyarakat di Wamena, Buah Merah disajikan untuk makanan pada pesta adat bakar batu. Namun, banyak pula yang memanfaatkannya sebagai obat. Secara tradisional, Buah Merah dari zaman dahulu secara turun temurun sudah dikonsumsi karena berkhasiat banyak dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti mencegah penyakit mata, cacingan, kulit, dan meningkatkan stamina.  Buah ini mengandung zat-zat alami yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan proses metabolisme. Diantaranya adalah karotenoid, betakaroten, alfa tokoferol, asamoleat, asam linoleat dan dekaonat,omega 3 dan omega 9 yang berperan sebagai senyawa anti radikal bebas pengendali berbagai macam penyakit seperti kanker, hipertensi, paru paru dan infeksi. Selain itu,buah merah mengandung banyak kalori untuk menambah energi, kalsiu, serat, protein ditambah vitamin B1, vitamin C dan niain. Kandungan kalorinya tinggi, mencapai 400 kilo kalori /100 gram daging buah. Adapun bagian yang dapat dikonsumsi adalah sari pati nya,  yang  beberntuk sepertiminyak kental danberwarn merah, serta mempuyai aroma seperti wijem. Kandungan antioksidan di dalam buah merah (kandungan rata-rata) Karoten mencapai 12.000 ppm, Betakaroten mencapai 700 ppm) dan Tokoferol sebesar 11.000 ppm.



Tabel 1. Bahan Aktif Minyak Buah Merah
Bahan Aktif
Komposisi
Carotenoid
Tocopherol
Beta-carotene
Alpha tocopherol
Oleat acid
Linoleic acid
Decanoic
total 12.000 ppm
total 11.000 ppm
700 ppm
500 ppm
8,8%
7,8%
2,0%












Tabel 2. Nutrisi per 100gram Buah Merah
Nutrisi
Komposisi
Energi
Protein
Lemak
Serat
Kalsium
Fosfor
Besi
Vitamin B1
Vitamin C
Niasin
Water
396 cal
3.300 mg
28.100 mg
20.900 mg
54.000 mg
30 mg
2,44 mg
0,90 mg
25,70 mg
1,8 mg
34,90%



B.        Kontribusi Sumber Daya Buah Merah Terhadap Pembangunan Pertanian di                        Papua
Dalam keseharian penduduk asli Papua, buah merah digunakan sebagai bumbu (gulai) makanan pokok penduduk Papua. Selanjutnya pemanfaatannya meluas dan potensial yang digunakan sebagai bahan baku obat tradisional.
Di awal tahun 2.000 tanaman Pandanus coineus mulai dikenal di luar Papua dan meledak pada tahun 2001–2004 sebagai komoditas Jaya Wijaya yang paling dicari dan berharga tinggi (Rp. 250.000,-/buah yang beratnya sekitar 5-8 kg). Hal ini disebabkan karena buah merah diberitakan berguna sebagai sumber bahan baku obat degeneratif seperti gangguan jantung, lever, kolesterol, diabetes, asam urat, oteoporosis, serta anti infeksi HIV.  Sampai saat ini masyarakat Papua menggunakan ekstrak buah merah yang diambil dari hutan untuk pengobatan berbagai penyakit, bagian yang digunakan adalah buahnya yang mengandung zat gizi penting untuk ketahanan tubuh seperti betakarotin, tokoferol, asam linolenat, asam oleat dan linoleat (Tabel 1). Betakarotin dan tokoferol (Vit. E) dikenal sebagai senyawa anti oksidan yang bisa menghambat perkembangan radikal bebas di dalam tubuh Buah merah dipasarkan dalam bentuk buah dan minyaknya. Pasar buah merah juga secara tradisional turut menyaring kualitas buah merah. Berdasarkan hasil analisis kandungan buah merah ternyata kandungan minyak buah merah asal Tolikara lebih tinggi dibandingkan yang berasal dari Jayapura, yakni sekitar 3–5 buah dapat menghasilkan 1 liter minyak sedangkan buah asal Jayapura memerlukan 9 – 10 buah untuk dapat menghasilkan 1 liter minyak.

Pada umumnya, petani dan pengumpul buah merah membawa hasil panennya ke pasar tradisional terdekat. Barulah di pasar ini buah merah ditampung. Di pasar ini, tidak hanya ada pengepul saja, namun ada juga pembeli langsung buah merah itu. Dari transaksi ini, barulah buah merah ini disalurkan ke perusahaaan pengolah buah merah mejadi obat tradisional yang memliki standart mutu yang baik untuk kemudian dipasarkan secara luas kepada masyarakat.


BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
3.1       Simpulan
Buah merah merupakan komoditi endemik Papua dan tidak dapat tumbuh didaerah lain. Populasi tanaman buah merah di Papua kebanyakan diambil dari hasil hutan. Harga buah merah yang melambung akibat naiknya pamor buah merah sebagai "buah ajaib" penyembuh berbagai macam penyakit mengakibatkan banyak orang yang memburu buah merah ini. Buah merah menjadi incaran dikarenakan kandungan zat yang baik bagi tubuh cukup tinggi.

3.2       Saran
Melakukan konservasi secara in-situ pada buah merah merupakan cara yang tepat agar keberadaan buah merah tetap lestari. BukAn tak mungkin bila buah merah akan punah bila produktivitas dan permintaan hasil olahan meningkat tanpa di sertai dengan usaha pembudidayaan. Melestarikan dan menjaga lahan tempat tumbuh buah merah adalah salah satu usaha agar produksi buah merah terus di tingkatkan kualitasnya dan diharapkan produksi buah merah menjadi berkualitas serta dapat memberikan produk obat yang bernilai jual dan bernilai guna tinggi.


DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua. 2005. Papua Dalam Angka. Tahun 2005
Budi, Made. 2003. Potensi Kandungan Gizi Buah Merah Sebagai Sumber Pangan
Aternatif Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Masyarakat Papua. Kerja Sama
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura Dengan
Universitas Negri Papua

Hadad EA, M. Eksplorasi dan Konservasi Tanaman Buah Merah (Pandanus
conoideus) Dalam Upaya Pengelolaan Sumber Daya Geetik Yang Berkelanjutan

MAKALAH PENILAIAN HUTAN (KERUING)

Makalah Penilaian Hutan                                                                     Medan, Oktober 2019 PENILAIAN MANFAAT HASI...